Tempe dan Vitamin B12, haruskah dari Klebsiella pneumonia?

Nur Hidayat

Tempe merupakan makanan dari kedelai yang digemari oleh masyarakat di Indonesia bahkan juga di seluruh dunia. Tempe sebagai makanan fermentasi selalu mendapat perhatian terutama dengan kemungkinan adanya kontaminan dan pertumbuhan mikroorganisme atau hasil aktivitas mikroorganisme yang tidak diinginkan sehingga dapat membahayakan bagi yang mengkonsumsinya.

Pada proses pembuatan tempe terdapat tahap-tahap yang dimungkinakan tumbuhnya mikroorganisme yaitu sat perendaman, inokulasi dan inkubasi. Mikroorganisme yang paling berperan dalam pembuatan tempe dalah jamur Rhizopus sp yang menjadikan tempe berbentuk kompak.

Tempe yang dibuat dari kedelai, tidak mengandung vitamin B12 karena vitamin ini tidak disintesis oleh tanaman dan dihasilkan oleh beberapa mikrorganisme termasuk beberapa spesies bakteri. Beberapa penelitian yang banyak dikaji selama ini adalah dihasilkannya vitamin B12 oleh Klebsiella pneumonia yang merupakan bakteri pathogen. Oleh sebab itu produksi vitamin B12 oleh bakteri non pathogen perlu diketahui sehingga kekhawatiran dari bahaya mengkonsumsi tempe dapat dikurangi ataupun dihilangkan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mo dkk (2013) menunjukkan bahwa Proses pembuatan tempe menggunakan perendaman alami tidak dihasilkan vitamin B12 selama perendaman namun dihasilkan pada saat fermentasi dan masih tetap ada setelah pemasakan. Hasil ini sama untuk tempeyang diinokulasi dengan isolate murni jamur maupun kultur campuran (usar dari Semarang). Penambahan asam dari bakteri Lactobacillus plantarum  pada proses perendaman juga menghasilkan kesimpulan yang sama yaitu vitamin B12 tidak dijumpai pada kedelai hasil rendaman dan ada setelah fermentasi 24 jam. Jadi ada tidaknya penambahan bakteri ternyata tidak menghasilkan vitamin B12 pada kedelai hasil rendaman. Beberapa bakteri diketahui mampu menghasilkan vitamin B12 termasuk dari Enterobacter. Oleh sebab itu perlu diteliti lebih medalam bagaimana proses fermentasi jamur dapat membentuk vitamin B12 padahal diketahui bahwa jamur tidak mampu menghasilkan vitamin tersebut.

Mungkin perlu diteliti persatuan waktu selama fermentasi tempe antara kadar vitamin B12 dan macam bakteri yang ada.

Pustaka

Haizhen Mo, Susanna Kariluoto, Vieno Piironen, Yang Zhu, Mark G. Sanders, Jean-Paul Vincken, Judith Wolkers-Rooijackers, and M.J. Rob Nout. Effect of soybean processing on content and bioaccessibility of folate, vitamin B12 and isoflavones in tofu and tempe. Food Chemistry 141 (2013) 2418–2425.

Iklan

Ayo Gabung

Bismillah,

Saya bermaksud mengumpulkan data para petani penjual bibit dan baglog jamur di masing-masing daerah, agar memudahkan bagi siapa saja yang ingin memulai usaha budidaya jamur.

Bagi pelaku usaha jamur yang ingin usahanya dipromosikan di blog http://oemahjamur.blogspot.com/, silahkan ketik:

Nama :……………
Alamat:……………
No Hp:……………
Keterangan:……… (situs kalo ada)

Contoh:

Nama: Supriyadi
Alamat: Desa Prambatan Lor RT.01 RW.03
Kecamatan Kaliwungu KUDUS
No Hp: 085226793739

Keterangan: Kami menjual baglog bibit jamur dan baglog siap tanam. Silahkan kunjungi (www.oemahjamur.blogspot.com)

Insya Alloh, saya akan masukkan dalam postingan khusus tentang dattar penjual bibit dan baglog jamur tiram.

Semoga membantu, terimakasih…

Prospek Usaha jamur konsumsi (undangan)

Kami dari Forum Usaha Jamur Nusantara bekerjasama dengan Ponpes Ashriyah Nurul Iman Parung – Bogor, dengan senang hati mengundang Insan Pembudidaya Jamur baik pemula atau pun yang sudah lama untuk menghadiri Seminar gratis dengan tema ; ” PROSPEK USAHA JAMUR KONSUMSI”
yang insya Allah diadaakan pada :

Hari/tgl : Selasa, 12 Juli 2011
Waktu : Jam 08.30 – 15.30
Tempat : Ponpes ASHRIYAH NURUL IMAN , PARUNG – BOGOR
Pembicara : Muchtar Muhammad, MBA ( Ketua Forum Usaha jamur Nusantara).
Pendaftaran : Ust. Hidayatullah 0813 1592 4827

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami

Drs. Abdul Azis, Apth
Sekjen
Email :forum_usahajamur.nusantara@ymail.com

Buletin Mikrobiologi Edisi Maret 2011

isi buletin edisi kali ini adalah:

1. Fermentasi jagung sebagai pangan fungsional

2. teknik isolasi jamur dari produk komersial

buletin dapat di download di:

http://permi.or.id atau di

http://www.ziddu.com/download/14508070/permi04032011.pdf.html

selamat membaca, kami menunggu artikel populer tentang mikrobiologi dari para pembaca blog ini untuk kami muat di buletin

salam

nur hidayat

Penawaran peralatan budidaya jamur

KAMI MENYUPLAI SEMUA KEBUTUHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM ANTARA LAIN :
1. AUTOCLAVE KAPASITAS 25 BOTOL EX SAUS HARGA 1,6 JUTA.
2. SPINNER BUAT KERIPIK JAMUR KAP. 5KG HARGA 1,8 JUTA.
3. BOILER BAJA HARGA Rp. 3JUTA.
4. BOILER STANLESS HARGA Rp. 4,2 JUTA.
5. BOILER + STEAMER LENGKAP KAPASITAS 1000 BAGLOG/PROSES
HARGA Rp. 17 juta.
6. CINCIN BAGLOG @ Rp. 80.
7. CINCIN + TUTUP BAGLOG (1PASANG) Rp. 150.
8. PDA 1BOTOL Rp. 100.000,-
9. F1 1BOTOL Rp. 50.000,-
10. F2 1BOTOL Rp. 7500,-
11. MENERIMA PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR BONUS VCD & AUTOCLAVE
BAGI YANG BERMINAT HUBUNGI ANTO : 085855950703

Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Jamur

Sumber: H.M. Yusef & M.E. Allan. 1967. The Effect of light on growth and Sporulation of certain Fungi. Mycopathologia 33(2): 81 -89.
Hasil Berbeda dilaporkan berkenaan dengan pengaruh cahaya pada pertumbuhan dan sporulasi jamur. Hal ini mungkin disebabkan karena variasi dalam faktor-faktor berikut: 1. kualitas cahaya atau panjang gelombang radiasi,
2. kuantitas atau intensitas cahaya,
3. lama pemaparan terhadap total radiasi.
Selain itu jamur mungkin berbeda dalam respon mereka dengan faktor-faktor di atas.
Penyelidikan menyajikan laporan efek cahaya dikontrol di Myrothecium verrucaria, Pestalotia gracilis dan Pleurotus ostreatus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jamur yang diuji tidak menunjukkan efek stimulasi cahaya terhadap pertumbuhan.
Intensitas cahaya rendah (160 dan / atau 300 foot candles / inci 2) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan Myrothecium dan Pestalotia, meskipun memiliki efek penghambatan terhadap pertumbuhan Pleurotus
Paparan cahaya intensitas tinggi (950 foot candles / inch2) menghambat pertumbuhan dan menghambat Pestalotia bahwa Pleurotus.

Tanggapan jamur diselidiki untuk durasi paparan cahaya bervariasi dengan variasi dalam intensitas cahaya yang digunakan. Menggunakan relatif intensitas cahaya rendah (160 dan / atau 300 foot candles / inch2), pertumbuhan vermcaria Myrolhecium & gracilis Pestalotia tidak dipengaruhi oleh peningkatan dalam waktu pemaparan cahaya, sedangkan P / ostreatus eurolus diperiksa. Berbuah dalam kondisi yang sama bergegas saat terkena cahaya. Di bawah intensitas cahaya yang lebih tinggi (950 foot candles / inch2), pertumbuhan Myrothecium tidak terpengaruh, sedangkan yang dari Pestalotia dan Pleurotus menurun sebagai periode harian pajanan terhadap cahaya meningkat.

Kultur Pleurotus terkena cahaya terus menerus untuk menunjukkan pertumbuhan yang tidak praktis, dan penambahan gabungan ekstrak malt dan ragi sudah mempromosikan pertumbuhan terlihat efek pada budaya terpapar terus menerus untuk cahaya, tetapi tidak signifikan pada mereka yang disimpan dalam gelap. Hal ini dijelaskan dengan mengasumsikan kehadiran dalam ekstrak malt dan ragi cahaya zat pertumbuhan sensitif mempromosikan. Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan Pleurotus ditemukan untuk peduli dengan kedua mekanisme sel dan menengah: cahaya mungkin menghambat dalam sel sintesis satu atau lebih zat penting untuk pertumbuhan dan pada saat yang sama nikmat dengan rincian dalam medium satu atau lebih zat yang diperlukan untuk pertumbuhan.

Jamur Tiram – Jakarta

Kami dari Komunitas Pejamur Nusantara ingin membantu rekan-rekan jamurmania se-nusantara bagi yang membutuhkan informasi tentang :P elatihan/kursus budidaya jamur(tiram, kuping, shiitake, campignon, lingzhi, merang), kursus jamur jarak jauh, kursus teknik pembuatan bibit (Fo, F1, F2, F3/F4), teknik pembuatan media PDA, media bibit subkultur dan media bibit semai, managemen dan perawatan/pemeliharaan jamur,syarat2 kumbung jamur, cara menangani hama/penyakit pada jamur,teknik menambah nutrisis jamur, tempat penyediaan bibit yang baik dan produktif, info pengepul jamur segar, info produk olahan dari jamur, info modal usaha, info pemasaran komoditi jamur ke pasar modern, wacana tatacara pemasaran jamur masa depan. Hubungi kami : email:pejamurnusantara@ymail.com, pinter_jamur@yahoo.co.id, Ph 0813 8197 7962, mail adress: Jl.Haji Karim No.48A, kel. Setu, Kec, Cipayung, Kota Jakarta Timur 13880, CP : Bpk Muchtar Muhammad, MBA