Sterilisasi

Nur Hidayat

Sterilisasi merupakan proses penggunaan suhu tinggi (diatas 1000C). Suhu dan waktu sterilisasi tergantung dari produk dan macam mikroorganisme yang ada. Umumnya kita mengenal proses sterilisasi adalah suhu 1210C selama 15 menit tanpa memperhatikan bahan dan jumlah yang disterilkan. Pada suhu 1210C dengan media air maka dibutuhkan adanya tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Tekanan yang tinggi akan mempercepat kerusakan DNA sehingga sporapun dapat dimatikan pada proses ini. Proses sterilisasi umumnya untuk mematikan bakteri pembentuk spora seperti Clostridium botulinum tipe A dan B dan Bacillus stearothermophilus, B. coagulans.

 

Sterilisasi Basah dan Disinfektan

Sterilisasi

Sterilisasi adalah proses mematikan semua mikroorganisme termasuk bakteri, spora bakteri,kapang dan virus. Sterilisasi yang tidak baik dapat menghasilkan penyebaran infeksi bakteri dan virus seperti hepatitis dan HIV.

Perebusan bukanlah metode sterilisasi. Sterilisasi umumnya dilakukan menggunakan autoklaf untuk yang menggunakan panas bertekanan. Cara lain yang kini dikembangkan adalah sterilisasi basah untuk produk-produk yang tidak tahan panas.

Sterilisasi basah

Teknologi pengemasan aseptik untuk minuman yang sensitif terhadap asam kini telah dikembangkan. Konsep aseptis ini menggunakan larutan PAA (peracetic acid) sebagai medium sterilisasi, isolator mikrobial untuk pengendali lingkungan, Sistem aseptik ini digunakan dalam sterilisasi botol PET yang sat ini banyak digunakan dalam industri minuman.

Dasar sterilisasi basah dengan PAA

  • Botol disterilkan dengan penyemprotan larutan PAA dengan botol menghadap ke bawah, PAA dan tampung untuk dapat digunakan kembali.
  • Botol dicuci dengan menyemprotkan air steil (botol menghadap ke bawah), air cucian ditampung untuk dapat digunakan kembali.
  • Kendalikam laju aliran semprotan, konsentrasi PAA, suhu dan tekanan.
  • Pengurangan mikroorganisme yang dilakukan dapat mencapai 6 log penurunan (6D)

Penggunaan PAA lebih baik daripada hidrogen peroksida karena lebih efektif terhadap kontaminan. Suhu yang umum digunakana dalah 65 C atau kurang jika produknya asam. Larutan PAA tidak bermigrasi ke dalam molekul PET selama sterilisasi sehingga digunakan sebagai alternatif pengganti hidrogen peroksida yang dapat bermigrasi ke dalam matrik PET.

Disinfectants
Disinfektan atau disebut juga larutan sterilisasi dingin dapat merusak banyak mikroorganisme (bakteri, virus, kapang) tetapi tidak dapat mematikan spora bakteri. Disinfeksi tidak dapat menggantikan sterilisasi autoklaf.

Disinfektan dapat digunakan pada permukaan yang keras (baki, kursi, meja dsb), alat-alat yang peka terhadap pemanasan seperti plastik, pipa kapiler sebelum dan sesudah penggunaan. Disinfektan dalam penggunaannya harus memperhatikan prosedur yang dianjurkan. Beberapa disinfektan bersifat toksik dan membutuhkan penanganan yang khusus dalam pembuangannya.