Tawaran menulis artikel jurnal Mikrobiologi (Akreditasi A)

Rekan peneliti dan akademisi yang kami hormati,

Microbiology Indonesia (MI) mengundang Anda untuk mengirimkan manuskrip Anda ke MI untuk diterbitkan pada edisi Juni 2013. MI adalah publikasi resmi Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia dan merupakan Open Access Journal (http://jurnal.permi.or.id/index.php/mionline), yang terakreditasi “A” (sangat baik) oleh DIKTI, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. MI juga terindeks di Directory of Open Access Journal (DOAJ) dan Google Scholar, sehingga artikel Anda akan dapat disitasi oleh masyarakat luas. Pada kesempatan ini, naskah yang dapat terbit pada edisi Juni akan diberi penghargaan sebesar 1 juta rupiah dalam bentuk: subsidi biaya cetak artikel, atau biaya perjalanan menghadiri PIT-PERMI tahun ini (http://www.permi.or.id/) di Pontianak, 17-19 Oktober 2013 (penerima penghargaan harus memilih salah satu di antaranya).

Persyaratan:
1.    Manuskrip adalah artikel penelitian (bukan review), belum terbit di jurnal lain, mempunyai keaslian dan komprehensif, dan ditulis dalam bahasa Inggris yang baik dan benar, sehingga hanya memerlukan waktu singkat untuk proses review dan penyuntingan.
2.    Manuskrip harus ditulis secara teliti dengan format sesuai dengan Guide for Author MI (http://jurnal.permi.or.id/index.php/mionline, lihat contoh artikel terbaru pada edisi on line). Mekanisme pengiriman dapat melalui email ke: microbiology@permi.or.id, atau microbiology.indonesia@gmail.com, atau on line submission pada laman MI di atas.
3.    Manuskrip telah diterima oleh redaksi paling lambat tanggal 11 Mei 2013, dan penulis bersedia untuk berkomitmen memperbaiki naskah sampai dapat terbit tepat waktu di bulan Juni 2013.
Demikian undangan kami.
Kami menunggu partisipasi rekan-rekan semua.

Hormat kami,
Microbiology Indonesia
Chief Editor
Dr Debbie S Retnoningrum

Bertahan ala mikrob

dalam setiap kegiatan kita selalu mendapatkan ancaman, acapkali manusia mengancam manusia lainnya atau makhluk lain. ketika kita butuh makan, maka tak segan-segan kita bunuh binatang atau rusak tanaman meski yang kita butuhkan hanya secuil.

kita kadang meras lebih hebat ketika mampu membabat.

marilah kita contoh bagaimana mikroorganisme menggunakan nutrisi

mereka hanya makan apa yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya

jika nutrisi hampir habis kadang ada yang membentuk toksin untuk melindungi dirinya bukan untuk menyerang yang lain.

kebersamaan sering pula ditunjukkan oleh mikroorganisme baik antar mikro atau dengan organisme makro.

sanggupkan kita?

Programme of the IUMS outreach programme on Food Safety

Wednesday June 22 2011

9.00-10.00The opening ceremony of the fourth International seminar of the Indonesian Society of Microbioloy and the International Union of Microbiological Societies Outreach Programme

Dr Koesnandar Sastrowijono President of the Indonesian Society of Microbiology Welcome:

Prof Dr Robert A Samson (Secretary General of the IUMS): Introduction

Foodsafety

10.00-10.40: Dr Ratih Dewanti (Indonesia): Introduction and food safety issues in South Asia.

10.40-11.20: Prof Graham Fleet (ICFMH, Australia) The public health significance of yeasts in foods and Beverages

11.20-12.00 Prof. Luca Cocolin (ICFMH, Italia): Prevalence, biodiversity and behavior of foodborne pathogens as determined by molecular methods

12.00-14.00. Lunch

Food viruses

14.00-14.40: Prof. Dr Albert Bosch (ICFMH, Spain): Food and waterborne enteric viruses.

14.40-15.20: Dr Leen Baert (ICFMH, Belgium): Method development of norovirus in foods

15.20-16.00 Coffee & Tea break

16.00-16.40: Prof. Dr Albert Bosch (ICFMH, Spain): Standardised molecular detection of enteric viruses in food and water.

16.40- 17.20: Dr Leen Baert (ICFMH, Belgium): Stability of norovirus in the food chain

18.00 Dinner

Thursday, June 23 2011.

Food preservations and Fermentations

8.30-9.10: Prof. Dr Graham Fleet (ICFMH, Australia) Managing cocoa bean fermentations for quality and safety.

9.10-9.50: Prof. Dr Johan Schnürer (Sweden): Antifungal lactic acid bacteria as biopreservatives

9.50-10.20 Coffee & Tea break

10.20-11.00: Prof. Dr Luca Cocolin (ICFMH, Italia): Culture independent methods to assess the microbiota diversity and dynamics during food fermentations

11.00- 11.40: Prof. Dr Johan Schnürer ICFM, Sweden): Yeasts as biocontrol agents of moulds in cereal grains and fruits.

12.00-13.30. Lunch

Food mycology and mycotoxins Part 1:

13.30-14.00: Prof Dr Robert A. Samson (Vice chair ICFM, The Netherlands): Biodiversity of food borne fungi and the implication for mycotoxin production

14.00- 14.30: Jos Houbraken (ICFM The Netherlands). Molecular diagnostics of food borne fungi

14.30 -15.00 Dr Emilia Rico (ICFM, USA): Spoilage Problems in Beverages: Methods, Challenges and Prevention

15.00-15.30 coffee break

15.30-16.00. Jos Houbraken (ICFM The Netherlands). Methods for detection and isolation of food borne fungi

16.00-16.30. Dr Emilia Rico (ICFM, USA): Sanitation in food and beverage processing plants

18.00 Dinner

Friday June 24

Food mycology and mycotoxins Part 2

08.30-09.00 Prof. Dr Ludwig Niessen (Chair ICFM, Germany): Loop?mediated isothermal amplification of DNA as a promising new technology for the rapid diagnosis of fungal contaminants in food

09.00-0.930 Prof. Dr Ludwig Niessen (Chair ICFM, Germany): PCR?based diagnosis and quantification of mycotoxin producing fungi

09.30-10.00 coffee break

10.00-10.20 Prof Endang Rahayu (Indonesia): Aflatoxin, occurrence and integrated management control in Indonesia

10.20-10.40 Dr Latiffa Zakaria (Malaysia): Mycotoxin from rice grain in Malaysia

10.40-11.00.Prof. Dr Warapa Mahakarnchanakul (Thailand) Significanceof mycotoxins in food from Thailand

Training

11.00-11.20 Prof Fusao Tomita (Japan) HACCP in small to medium size Food industry : a case study in Hakkaido”

111.20-11.30. Closing
Afternoon excursions

the Seventh Indonesian Antimicrobial Resistance Watch (7th NS-IARW) National Symposium,

Dear Colleagues,

It is our great pleasure to invite all of you to participate in

the Seventh Indonesian Antimicrobial Resistance Watch (7th NS-IARW) National Symposium,

which will be held on July 1st – 3rd , 2011 at Borobudur Hotel, Jakarta – Indonesia.

Theme of 7th NS-IARW symposium is “ Best Practices in Antimicrobial Resistance Mitigation ”.

General Objective :

To share best Laboratory and Clinical Practices in Mitigating Antimicrobial Resistance in Hospital and Community.

Specific Objectives:

To update best laboratory practices in AST

To update best clinical practices in antimicrobial use in various settings (organisms, organs and facilities)

To update the use of pharmaceutical measures (vaccine, immune-modulator, antiseptic etc) in mitigating antimicrobial resistance

To update the use of non-pharmaceutical measures (hospital infection control, antibiotic policy, physical methods) in mitigating antimicrobial resistance

To update the best clinical microbiology practices in mitigating antimicrobial resistance.

BENEFICIARY

This meeting will be of great benefit for Clinical Microbiologists, Clinicians, Pharmaceutical Companies, Health Authorities as well as other interested parties.

Number of expected participants is 600.

Secretariat: Department of Microbiology, Medical Faculty Univ. of Indonesia Jl. Pegangsaan Timur No. 16, Jakarta 10320 Phone : 62-21- 3916826 / 3160491-92 Ext.17 Facsimile : 62-21-3916826 Mobile Phone : 62-813 8127 5441

Email :iarw.pamki@yahoo.co.id

Web Site : http://www.iarw.pamki.com

Just type “iarw pamki” in your search engine, you will find the way to the official site of 7thNS-IARW.

http://iarw.pamki.com/

Amin Soebandrio

Buletin Mikrobiologi Edisi Maret 2011

isi buletin edisi kali ini adalah:

1. Fermentasi jagung sebagai pangan fungsional

2. teknik isolasi jamur dari produk komersial

buletin dapat di download di:

http://permi.or.id atau di

http://www.ziddu.com/download/14508070/permi04032011.pdf.html

selamat membaca, kami menunggu artikel populer tentang mikrobiologi dari para pembaca blog ini untuk kami muat di buletin

salam

nur hidayat

Laju Aliran Limbah pada Saringan Kerikil

Nur Hidayat, Sri Kumalaningsih, Noorhamdani dan Susinggih Wijana

Makalah pada Seminar Nasional APTA Yogyakarta 16 Desember 2010

Abstrak

Keberadaan limbah pangan yang kaya lipid makin lama makin meningkat dengan perubahan gaya hidup manusia. Peningkatan limbah lipid juga diikuti dengan meningkatnya jumlah deterjen yang digunakan. Oleh sebab itu perlu diketahui kemampuan penyaring kerikil dengan inokulum bakteri lipase Bacillus coagulans dalam mengatasi kedua limbah ini.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penurunan lipid, deterjen (LAS), BOD dan COD pada limbah cair yang dilewatkan penyaring kerikil dengan inokulum Bacillus coagulans UB-9

Penelitian dilakukan dalam kolam saringan kerikil dengan dimensi 60X30X30 cm3 yang diisi penuh dengan kerikil diameter 0,5 – 2,0 cm. Laju aliran yang digunakan adalah 0.25 L/hari, 4,32 L/hari dan 8,39 L/hari. Pengamatan dilakukan terhadap kadar lipid, LAS. BOD dan COD seriap minggu sekali selama satu bulan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar lipid sebesar 2,0 – 6,3 mg/L dari semula 6,5 mg/L, deterjen (LAS)  0,1 – 1,5 mg/L dari semula 5,83 mg/L, BOD 71,5 – 244,3 mg/L, dari semula 2.151 mg/L, COD 211,7 – 752 mg/L dari semula 6.438,1 mg.L dan  pH 6,3 – 7,5 dari semula 6,6.

Berdasar hasil di atas dapat disimpulkan bahwa laju aliran 4,32 L/hr pada penyaring filter kapasitas limbah 20 L masih layak digunakan untuk menurunkan lipid dan deterjen namun belum baik untuk penurunan BOD dan COD.

Kata kunci: saringan kerikil, limbah cair, Bacillus coagulans

nur hidayat deklasrasi agroindustri tema teknologi

PENGGUNAAN INOKULUM Aspergillus oryzae, Rhizopus sp Isolat Pi10 dan INOKULUM CAMPURANNYA PADA PEMBUATAN KALDU NABATI KACANG MERAH

Maka lHKI

Thelma A. Budiwati*), Asep D. Sutrisno dan Agustine S

*) Pusat Penelitian Kimia – LIPI, Bandung 40135

**) Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik-Universitas Pasundan

Abstrak

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan jenis kacang yang berpotensi untuk dikembangkan dalam berbagai produk industri pangan (Husaini, 2000). Manfaat kacang-kacangan sebagai bahan baku pangan disebabkan karena memiliki nilai gizi yang tinggi dilihat dari kandungan proteinnya dan vitamin B1, sehingga dapat dikonsumsi secara langsung, sebagai bahan makanan dan bahan baku olahan produk industri pangan. Kandungan protein yang cukup tinggi dari k. merah menjadikan salah satu alasan untuk melakukan diversifikasi kacang merah tersebut menjadi kaldu nabati (miso) kacang merah.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari jenis inokulum dan konsentrasi garam terhadap nilai gizi dan nilai organoleptik dari kaldu nabati kacang merah yang dihasilkan. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah spora, aktifitas enzim α-amilase dan protease pada koji dan pengujian terhadap kadar protein terlarut, kadar gula pereduksi, kadar lemak dan organoleptik dari produk kaldu nabati kacang merah.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produk kaldu nabati menggunakan inokulum campuran Rhizopus sp isolate Pi 10 dan Aspergillus oryzae dan konsentrasi garam 23% dapat menghasilkan produk dengan aroma dan rasa yang disukai dengan kadar protein terlarut 26,98%, gula pereduksi 5,91%, total asam 1,56% dan kadar lemak 1,123%.

Kata Kunci : Aspergillus oryzae, Isolat Rhizopus sp Pi10, Kacang merah, Inokulum, Koji, Kaldu nabati kacang merah.

Pemilihan Pengurus PERMI cabang Malang

Pada hari Rabu 23 Juni 2010 bertempat di Kedai Bahari dilakukan rapat rutin PERMI Cabang Malang

rapatPada rapat selain dibicarakan adanya seminar di Bogor dan pembagian jurnal dan permohonan penulisan untuk majalah juga yang paling seru adalah pemilihan pengurus baru. Hal ini disebabkan pengurus lama hampir habis masaj kerjanya. habis tahun ini serta kondisi kesehatan Bu Hindun yang kurang baik dan Pak Nur yang dilibatkan dalam kepengurusan Pusat.

Hasil musyawarah seluruh anggota yangn hadir menyetujui untuk adanya regenerasi dan terpilihlah untuk priode 2010 – 2014

Ketua: Prof Sukoso

Sekretaris: Yoga Msi

Bendahara: Rahmi, MS

selamat bekerja kita seluruh anggota akan selalu mendukung

Aspergillus pada makanan

Kapang Aspergillus sp tidak sepopuler Rhizopus sp. Hal ini disebabkan Rhizopus sp langsung dapat dilihat oleh konsumen pada makanan yang dikonsumsi misalnya tempe juga Neurospora pada oncom. Aspergillus sebenranya lebih banyak dimanfaatkan namun produk yang dikonsumsi tidak melibatkan jamurnya.

Aspergillus oryzae yang digunakan dalam pembuatan kecap, sangatlah berperan pada perombakan protein kedelai sehingga meningkatkan protein terlarut pada kecap yang dihasilkan. Perombakan karbohidrat yang dilakukan oleh enzim amilase dari Aspergillus juga penting bagi pertumbuhan bakteri dan khamir ketika kedelai mengalami fermentasi dalam larutan garam.

Aspergillus niger penting pda produksi asam sitrat yang banyak digunakan pada berbagai makanan dan minuman ataupun sebagai pengawet dan peningkat citarasa. Asam sitrat harus dimurnikan dari substrat fermentasi sehingga keterlibatan jamur tidak lagi nampak. A. niger juga dapat mengkontaminasi makananmisalnya pada roti tawar, pada jagung yang disimpan dan sebagainya.

Aspergillus flavus merupakan kapang yang menghasilkan aflatoksin yaitu toksin yang dapat mematikan manusia dan ternak tergantung tipenya. Jamur ini banyak mengkontaminasi kedelai dan kacang tanah.

Aspergillus fumigatus digunakan untuk produksi enzim amilase yang dipakai pada berbagai industri termasuk industri makanan

Dan masih banyak lagi pemanfaatan atau kontaminan Aspergillus pada makanan. Semoga informasi singkat ini dapat menambah wawasan pada kita bahwa jamur ada yang dapat kita manfaatkan ataupun kita waspadai keberadaannya.