Metabolisme dan Rasa syukur

Metabolisme merupakan kajian  yang sering kita pelajari ketika membicarakan bagaimana mikroorganisme menggunakan nutrisi yang diperolehnya. Metabolisme merupakan proses yang melibatkan banyak enzim untuk mencerna nutrisi agar dapat digunakan sebagai sumber energi dan pertumbuhan dengan efisien. setiap nutrisi yang masuk adalah sesuai kebutuhan dan ketika kebutuhan tercukupi maka proses akan dihentikan melalui feedback inhibition.

Bagaimana dengan kehidupan kita?

mestinya untuk hidup kita harusnya menghayati makna metabolisme

kita mestinya hidup sesuai kebutuhab kita dan menghentikan ekploitasi ketika kebutuhan telah tercukupi, bukannya menumpuk-numpuk bahkan hingga menghalangi kebutuhan orang lain atau bahkan merebutnya.

kita mestinya sadar untuk memberi kesempatan yang lain tumbuh bukan tumbuh sendiri

marilah kita mensyukuri nikmat Allah dengan model metabolisme agar kita mensyukuri sesuai dengan yang Tuhan berikan, bukan menjadikan diri kita serakah sehingga kita mengambil diluar kebutuhan yang akhirnya justru menyakitkan.

semoag kita mampu menyukuri nikmat Tuhan tapi menjadi tamak dan serakah

amiin

Undangan Workshop dan Seminar (Eppendorf)

Yth Bpk / Ibu anggota Permi Malang,
Dengan ini kami memberitahukan bahwa PERMI Malang bekerjasama dengan Eppendorf dan Jurusan Biologi UB akan mengadakan seminar dan workshop sehari pada:
Hari/Tanggal    : Senin/ 25 Juli 2011
Jam                  : 09.30 – 16.00 WIB
Tempat             : Gd FMIPA UB MP 1.1
Susunan acara secara terperinci bisa dibaca dileaflet (attachment), namun secara umum ada dua acara utama yaitu:
1. Seminar tentang PCR : Tips and Trics for Successful PCR
2. Centrifuge clinic: prinsip sentrifuge (rpm/ g), tipe rotor & aplikasi, perawatan sentrifuge.
Berhubung tempat yang terbatas (40 org), maka diharapkan yang berminat harap menghubungi panitia (Yoga: 085790875258/ 575840 atau via email) paling lambat hari Jumat (22 Juli 2011).
Kami juga ingin menyampaikan bahwa acara seminar dan workshop ini sekaligus juga sebagai pertemuan PERMI rutin bulan Juli.
Demikian pemberitahuan dari kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalam,
Yoga D Jatmiko
Sekertaris PERMI Malang


Yoga D.J

Pemilihan Pengurus PERMI cabang Malang

Pada hari Rabu 23 Juni 2010 bertempat di Kedai Bahari dilakukan rapat rutin PERMI Cabang Malang

rapatPada rapat selain dibicarakan adanya seminar di Bogor dan pembagian jurnal dan permohonan penulisan untuk majalah juga yang paling seru adalah pemilihan pengurus baru. Hal ini disebabkan pengurus lama hampir habis masaj kerjanya. habis tahun ini serta kondisi kesehatan Bu Hindun yang kurang baik dan Pak Nur yang dilibatkan dalam kepengurusan Pusat.

Hasil musyawarah seluruh anggota yangn hadir menyetujui untuk adanya regenerasi dan terpilihlah untuk priode 2010 – 2014

Ketua: Prof Sukoso

Sekretaris: Yoga Msi

Bendahara: Rahmi, MS

selamat bekerja kita seluruh anggota akan selalu mendukung

Disertasi Sri Murwani: Peran Adhesin pada Outer Membrane Protein

18 November 2008
Sejak dahulu Chlamydia pneumoniae (C. pneumoniae), bakteri obligat intraseluler dan merupakan patogen pada saluran pernafasan manusia, dihubungkan dengan patogenesis aterosklerosis dan manifestasi klinisnya. Lipoposakarida C pneumoniae dapat menginduksi diferensiasi monosit menjadi makrofag, menyebabkan terbentuknya sel busa makrofag secara in vitro apabila dipapar dengan low density lipoprotein (LDL). C pneumoniae melalui beberapa proteinnya mampu menginduksi ekspresi MMP-9 makrofag, maka deteksi protein adhesin dan uji kemampuannya dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan MMP-9.
Hal itu dikemukakan Drh Sri Murwani MP dalam disertasi berjudul �Peran Adhesin pada Outer Membrane Protein (OMP) Chlamydia pneumoniae dalam Degradasi Kolagen Tipe-IV melalui Aktivasi Makrofag dan Peningkatan MMP-9�. Ujian terbuka disertasi ini digelar di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB), Selasa (18/11). Komisi pembimbing terdiri dari Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpPD (K) FIHA FACC (promotor), Prof Dr dr Handono Kalim SpPD (KR) (kopromotor I), Prof Dr dr Mulyohadi Ali (kopromotor II), Dr dr Ketut Muliartha SpPA (kopromotor III), dan Prof Dr dr Sumarno DMM SpM (kopromotor IV)K. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KEMD (K) dan Dr drh Aulani�am DES.
Sri Muwarni menyatakan, penelitiannya bertujuan untuk menguji peran adhesin OMP C pneumoniae dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan MMP-9 in vitro. Penelitian yang dilaksanakan adalah hasil dari 3 tahapan penelitian sebelumnya. Penelitian tahap pertama berjudul �Deteksi Adhesin pada OMP C pneumoniae terhadap sel endotelial manusia, bertujuan mendeteksi adanya bahaya adhesin pada OMP C pneumoniae. Penelitian ini bersifat observasional laboratorik dan hasilnya dianalisis secara deskriptif. Penelitian tahap kedua berjudul �Kemampuan adhesin OMP C pneumoniae dalam mengaktivasi makrofag�, bertujuan menguji kemampuan adhesin OMP C pneumoniae (hasil penelitian tahap pertama) dalam mengaktivasi makrofag. Keberhasilan aktivasi diukur berdasar kemampuan protein dalam menghambat apoptosis makrofag, kemampuan makrofag dalam memfagositosis. Dari penelitian eksperimental laboratorik ini Sri Murwani mengambil hipotesis bahwa adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mampu mengaktivasi makrofag.
Sedangkan penelitian tahap ketiga yang berjudul �Kemampuan MMP-9 Makrofag yang Dipapar Adhesin OMP C pneumoniae dalam Mendegradasi Kolagen Tipe-IV�, bertujuan mendeteksi kemampuan MMP-9 (hasil penelitian tahap kedua) dalam mendegradasi kolagen tipe-IV. Seperti penelitian tahap pertama, penelitian tahap ketiga ini juga bersifat observasional laboratorik.
Dari 3 tahap penelitian itu diperoleh hasil, pada OMP C pneumoniae ditemukan adhesin dengan berat molekul 61 kDa yang mampu mengaktivasi makrofag dan peningkatan MMP-9. Sementara itu MMP-9 yang diproduksi makrofag mampu mendegradasi kolagen tipe-IV. Dapat disimpulkan, adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mempunyai peran dalam degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan peningkatan MMP-9. Dapat disimpulkan pula, adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mempunyai peran dalam menginduksi rupturnya plak aterosklerotik.
Melihat pentingnya adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae dalam memfasilitasi perlekatan C penumoniae pada sel endotelial manusia, dan perannya dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag, maka pembuatan antibodi monoklonal tersebut akan sangat bermanfaat. Antibodi monoklonal menjadi sangat penting, karena dapat menghambat perlekatan C pneumoniae pada sel endotelial, sehingga C pneumoniae tidak mampu mengiinfeksi sel. Di samping itu juga dapat menghambat aktivasi makrofag, sehingga dapat mencegah degradasi kolagen tipe-IV dan terjadinya ruptur plak aterosklerotik.
Sri Murwani berharap penelitiannya dapat bermanfaat sebagai dasar pengembangan penelitian C pneumoniae, pengembangan ilmu pengetahuan tentang hubungan penyakit infeksi dengan rupturnya plak aterosklerotik, dan sebagai prediktor dini individu terinfeksi C pneumoniae yang menderita UAP dan IMA.
Setelah mempertahankan disertasinya, ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran dengan kekhususan biomedik, dengan IPK 3,88, dan predikat sangat memuaskan.
Dr Drh Sri Murwani MP, perempuan kelahiran Surakarta, 1 Januari 1964. Saat ini, dokter hewan (1987) dan magister bidang sains veteriner dengan kekhususan Biopatologi (1995) lulusan Universitas Gadjah Mada ini adalah staf pengajar Program Kedokteran Hewan UB (2008), di samping staf pengajar di Laboratorium Mikrobiologi FK UB (sejak 1997) dan staf di Laboratorium Sentral Biomedik FKUB (sejak 1997). Sebelumnya, Sri Murwani adalah staf pengajar pada Laboratorium Mikrobiologi FKH UGM (1988-1997). Bersuamikan Drh I Putu Atinia, Sri Murwani dikaruniai dua orang putri. [fjr]