Dr. Anton Muhibuddin: Teknologi Tanaman Transgenik Untuk Produksi Bioethanol

Sumber: http://prasetya.ub.ac.id/mei10.html#bioethanol

10 Mei 2010
Senin (10/5), Dr. Anton Muhibuddin menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh Agriculture Faculty, Yamaguchi University. Dalam seminar yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa itu, Dr. Anton menyampaikan “Plant Genetic Engineering for Biofuel Production Towards Affordable Cellulosic Ethanol: Expression of Trichoderma Reesei Exo-Cellobiohydrolase I in Transgenic Tobacco”.
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa teknologi tanaman transgenik untuk meningkatkan kandungan glukosa, selulosa, dan hemiselulosa dalam tanaman merupakan teknologi masa depan yang sangat menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan bioethanol di dunia.
Tantangan produksi bioethanol saat ini adalah tingginya biaya produksi antara lain biaya penyediaan enzim selulase dalam bioreaktor mikrobia dan biaya pada proses pre-treatment untuk memecah bahan-bahan lignoselulose menjadi senyawa yang lebih sederhana dan menghilangkan lignin.
“Bahan tanaman yang mengandung selulosa banyak terdapat di sekitar kita, seperti jagung, padi, tebu, tanaman kayu-kayuan dan terutama tanaman gulma dari golongan rumput-rumputan”, kata dia. Potensi tersebut, menurutnya akan sangat bermanfaat dalam produksi bioethanol terutama apabila dioptimalkan dengan sentuhan genetic engineering.
Penyisipan enzim CBHI (exo-cellobiohydrolase I) ke dalam gen tanaman tembakau terbukti dapat dilakukan dan meningkatkan kandungan glukosa, selulosa, dan hemiselulosa yang lebih tinggi pada bagian tanaman seperti daun, hingga dapat meningkatkan 300 % produksi selulosa tanaman.
“Peningkatan produksi selulosa ini sangat penting bagi produksi bioethano”, tandasnyal. Hal serupa dapat pula dilakukan pada tanaman golongan rumput-rumputan yang dalam hal ini bukan merupakan tanaman pangan.
Pada September mendatang, Anton dijadwalkan akan kembali menjadi pembicara dalam seminar internasional “Young Scientist Seminar” di Yamaguchi University. [am/nok]