Budidaya Jamur Tiram pada Serbuk Gergaji

Sumber:

Z.A. Shah, M. Ashraf and M. Ishtiaq Ch. Comparative Study on Cultivation and Yield Performance of Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) on Different Substrates (Wheat Straw, Leaves, Saw Dust). Pakistan Journal of Nutrition 3 (3): 158-160, 2004

Budidaya jamur adalah agribisnis menguntungkan dan jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur merang yang memiliki rasa yang sangat baik dan rasa. IJamur ini termasuk dalam kelas Basidiomycetes, subkelas Hollobasidiomycetidae, ordo Agricals. Tumbuh liar di hutan-hutan daerah perbukitan dan dibudidayakan di daerah beriklim sedang dan subtropis di dunia. Teknologi buatan  budidaya jamur menjai inovasi baru-baru ini sebagai upaya meningkatkan sosial serta status ekonomi petani kecil.

Jamur adalah sumber kekuatan luar biasa bagi kejantanan dan digunakan dalam penyusunan menu di banyak benua dan memiliki sifat obat seperti antikanker, anticholesterol, antitumors. Jamur bermanfaat terhadap diabetes, maag dan penyakit paru-paru. (Quimio, 1976). Jamur merupakan sumber protein yang baik, vitamin dan mineral (Khan et al, 1981.). Jamur mengandung sekitar 85-95% air, 3% protein, karbohidrat 4%, lemak 0,1%, mineral 1% dan vitamin (Tewari, 1986). Jamur mengandung sejumlah kalium, fosfor, tembaga dan besi namun rendah kalsium. (Anderson dan Feller, 1942). Protein Jamur protein ada diantara binatang dan sayuran. (Kurtzman, 1976). Jamur juga mengandung Niacin, asam pantotenat dan biotin.

Ia dapat tumbuh pada limbah pertanian dan industri. Banyak sisaL produksi dari lahan pertanian tetap sebagai limbah dalam bentuk jerami, daun, batang, akar dll (Zadrazil, 1978). limbah ini bisa didaur ulang menjadi makanan dan lingkungan mungkin menjadi kurang terancam oleh polusi (Hayes, 1978). budidaya Jamur sangat padat karya, tanaman memiliki durasi pendek dan menghemat lahan, dapat  dikerjakan oleh petani miskin.

Contoh Substrat yang dapat digunakan untuk budidaya jamur tiram adalah: serbuk gergajian 50% + 50% jerami, serbuk gergajian 75% + daun 25%, serbuk gergajian 100%, jerami 100%, jerami 50% + 50% Daun, Daun 100%.

Substrat direndam dalam air selama 24 jam untuk melembabkan mereka secara menyeluruh dan meletakkan di lantai semen miring sehingga dapat menghilangkan kelembaban yang berlebihan dari substrat untuk mendapatkan tingkat kelembaban 65-75%. Dicampur kapur sebesar 5% (berdasarkan berat kering). Substrat difermentasi selama 5 hari dengan ditutupi lembaran plastik sebelum dimasukkan kantong (baglog). Masing-masing substrat dimasukkan kantung plastik dengan ujung baglog dipasang cincin dan ditutup kapas.

Kantong-kantong tersebut diautoklaf pada 121oC pada tekanan 15-20 lbs dan dibiarkan dingin. Setelah sehari baglog diinokulasi dengan inokulum jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebesar 5% per kantong sesuai dengan berat kering substrat. Baglog diinkubasi pada keadaan gelap gulita pada suhu terkontrol 25oC. Budidaya Jamur memiliki dua fase penting yaitu, pertumbuhan miselia jamur danpembentukan badan buah, Suhu dan kelembaban adalah dua faktor penting yang terlibat di kedua fase tersebut. Suhu dikontrol pada  25oC saat petumbuhan miselia dan 17-20oC untuk pembentukanbadan buah. Kelembaban baglog dilakukan dengan penyemprotan air pada mereka dua kali sehari.

Pembentukan tudung adalah tahap kedua dari pertumbuhan miselium selama pembudidayaan jamur. tudung  ini dibentuk 6-7 hari setelah masa pertumbuhan miselium. Hasil ini sesuai dengan  publikasi Ahmad (1986) yang menyatakan bahwa Pleurotus ostreatus membutuhakan waktu pertumbuhan miselium 17-20 hari pada substrat yang berbeda dan waktu untuk pembentukan tudung tercatat 23-27 hari.

Pembentukan badan badan: Ini adalah tahap ketiga dan terakhir selama budidaya jamur. Badan buah muncul 3-6 minggu setelah pembentukan tudung dan mengambil 27-34 hari kemudian setelah inokulasi. Temuan ini sesuai dengan Quimio (1976, 1978) yang melaporkan bahwa badan buah 3-4 minggu setelah inokulasi.

Produksi jamur tiram: Tanaman jamur tiram dipanen dalam tiga periode. Hasil maksimum diperoleh pada periode pertama daripada kedua dan ketiga.. Rata-rata menghasilkan 646,9 gram/baglog dari serbuk gergaji. Jadi serbuk gergaji direkomendasikan sebagai substrat terbaik dibandingkan limbah pertanian lainnya yg diujikan 

Budidaya jamur adalah agribisnis menguntungkan dan jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur merang yang memiliki rasa yang sangat baik dan rasa. IJamur ini termasuk dalam kelas Basidiomycetes, subkelas Hollobasidiomycetidae, ordo Agricals. Tumbuh liar di hutan-hutan daerah perbukitan dan dibudidayakan di daerah beriklim sedang dan subtropis di dunia. Teknologi buatan  budidaya jamur menjai inovasi baru-baru ini sebagai upaya meningkatkan sosial serta status ekonomi petani kecil.

 

Jamur adalah sumber kekuatan luar biasa bagi kejantanan dan digunakan dalam penyusunan menu di banyak benua dan memiliki sifat obat seperti antikanker, anticholesterol, antitumors. Jamur bermanfaat terhadap diabetes, maag dan penyakit paru-paru. (Quimio, 1976). Jamur merupakan sumber protein yang baik, vitamin dan mineral (Khan et al, 1981.). Jamur mengandung sekitar 85-95% air, 3% protein, karbohidrat 4%, lemak 0,1%, mineral 1% dan vitamin (Tewari, 1986). Jamur mengandung sejumlah kalium, fosfor, tembaga dan besi namun rendah kalsium. (Anderson dan Feller, 1942). Protein Jamur protein ada diantara binatang dan sayuran. (Kurtzman, 1976). Jamur juga mengandung Niacin, asam pantotenat dan biotin.

 

Ia dapat tumbuh pada limbah pertanian dan industri. Banyak sisaL produksi dari lahan pertanian tetap sebagai limbah dalam bentuk jerami, daun, batang, akar dll (Zadrazil, 1978). limbah ini bisa didaur ulang menjadi makanan dan lingkungan mungkin menjadi kurang terancam oleh polusi (Hayes, 1978). budidaya Jamur sangat padat karya, tanaman memiliki durasi pendek dan menghemat lahan, dapat  dikerjakan oleh petani miskin.

Contoh Substrat yang dapat digunakan untuk budidaya jamur tiram adalah: serbuk gergajian 50% + 50% jerami, serbuk gergajian 75% + daun 25%, serbuk gergajian 100%, jerami 100%, jerami 50% + 50% Daun, Daun 100% .

Substrat direndam dalam air selama 24 jam untuk melembabkan mereka secara menyeluruh dan meletakkan di lantai semen miring sehingga dapat menghilangkan kelembaban yang berlebihan dari substrat untuk mendapatkan tingkat kelembaban 65-75%. Dicampur kapur sebesar 5% (berdasarkan berat kering). Substrat difermentasi selama 5 hari dengan ditutupi lembaran plastik sebelum dimasukkan kantong (baglog). Masing-masing substrat dimasukkan kantung plastik dengan ujung baglog dipasang cincin dan ditutup kapas.Setelah sehari baglog diinokulasi dengan inokulum jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebesar 5% per kantong sesuai dengan berat kering substrat. Baglog diinkubasi pada keadaan gelap gulita pada suhu terkontrol 25oC. Budidaya Jamur memiliki dua fase penting yaitu, pertumbuhan miselia jamur danpembentukan badan buah, Suhu dan kelembaban adalah dua faktor penting yang terlibat di kedua fase tersebut. Suhu dikontrol pada  25oC saat petumbuhan miselia dan 17-20oC untuk pembentukanbadan buah. Kelembaban baglog dilakukan dengan penyemprotan air pada mereka dua kali sehari.

Kantong-kantong tersebut diautoklaf pada 121oC pada tekanan 15-20 lbs dan dibiarkan dingin.

 

Pembentukan tudung adalah tahap kedua dari pertumbuhan miselium selama pembudidayaan jamur. tudung  ini dibentuk 6-7 hari setelah masa pertumbuhan miselium. Hasil ini sesuai dengan  publikasi Ahmad (1986) yang menyatakan bahwa Pleurotus ostreatus membutuhakan waktu pertumbuhan miselium 17-20 hari pada substrat yang berbeda dan waktu untuk pembentukan tudung tercatat 23-27 hari.

 

Pembentukan badan badan: Ini adalah tahap ketiga dan terakhir selama budidaya jamur. Badan buah muncul 3-6 minggu setelah pembentukan tudung dan mengambil 27-34 hari kemudian setelah inokulasi. Temuan ini sesuai dengan Quimio (1976, 1978) yang melaporkan bahwa badan buah 3-4 minggu setelah inokulasi.

Produksi jamur tiram: Tanaman jamur tiram dipanen dalam tiga periode. Hasil maksimum diperoleh pada periode pertama daripada kedua dan ketiga.. Rata-rata menghasilkan 646,9 gram/baglog dari serbuk gergaji. Jadi serbuk gergaji direkomendasikan sebagai substrat terbaik dibandingkan limbah pertanian lainnya yg diujikan

 

One thought on “Budidaya Jamur Tiram pada Serbuk Gergaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s