Jamur Paduan Jawa-China Yang Memanjakan Lidah

KrJogja.com

Minggu, 04 April 2010 08:08:00
Masakan serba jamur di Summa D’Jamoer (Foto : Ardhi Wahdan)

ANEKA masakan jamur kini semakin banyak diminati oleh masyarakat. Bahkan, jamur yang digoreng crispy pun sudah dapat dijumpai di pinggir-pinggir jalan. Kini, sebuah warung yang menghadirkan inovasi masakan paduan Jawa-China dengan bahan dasar jamur, pun telah hadir di Yogyakarta. Tepatnya di sebelah timur kota Yogyakarta, Dusun Maguwo Banguntapan Bantul.

Adalah Adimas Raharjanto yang melakukan inovasi tersebut. Dia mulai membuka warung makan yang dikasih nama Summa D’Jamoer ini sejak 14 Februari 2010. “Sengaja kami bertempat di daerah yang terpencil. Tetapi sebenarnya, karena tidak di pusat kota,” tuturnya ringan.

Selain untuk memanfaatkan lahan yang ada di dekat kediamannya, Adimas sekaligus ingin membuktikan kalau jamur dapat dibudidayakan dimana saja. “Kalau tidak percaya silakan lihat kebun jamur saya,” ujarnya sembari menunjukkan pertanian jamur yang tepat berada di belakang warungnya.

Adapun menu spesial yang diandalkan di resto ini antara lain Crizpy Jamur, Bistik Jamur, Sate Jamur serta Ice Jamur. Semuanya ala Summa D’Jamoer. Selain itu, menu jamur lainnya juga beraneka ragam. Ada jamur goreng mentega, asam manis, fuyung hai, jamur lada hitam dan jamur hot plate. Minuman serba jamur pun tersedia.

“Sengaja kami padukan masakan jawa dan china disini, karena masakan china sudah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Ke depan, kami pun akan berinovasi kembali dengan menghadirkan sechuan jamur serta nasi hongkong. Dan jangan khawatir, kami selalu menggunakan resep muslim, sehingga semuanya halal,” tandas Adimas.

Bagi yang sedikit alergi dengan jamur, Summa D’Jamoer juga menyediakan masakan alternatif lain, yakni chinese moslem food serta sea food.

Meski baru dibuka 2 minggu yang lalu, namun respon masyarakat terbilang cukup tinggi. Adimas mengaku sudah bisa memberikan upah karyawannya meski belum genap sebulan warung ini dibuka. “Kebanyakan adalah warga sekitar, namun insyaallah usaha ini akan terus berkembang,” tambahnya.

Terkait dengan harapannya untuk membuktikan budidaya jamur di tempat mana saja, ia pun sudah menggandeng ibu-ibu PKK di dusunnya untuk belajar bersama di pertanian jamurnya. Dia pun mengaku sangat senang jika ada masyarakat yang ingin belajar mengenai budidaya jamur serta inovasi masakannya.

“Jamur itu mudah tumbuh, asalkan kita mampu mengkondisikan suhu ruangan saja. Kami buktikan, meski daerah disini cukup panas, namun kami sudah bisa panen setiap harinya. Kami ingin, setiap rumahan bisa bertani jamur,” tutur mahasiswa Teknik Sipil UGM itu.

Dipilihnya kata Summa untuk warungnya ini pun sebenarnya sederhana. Yakni, berharap ingin menjadi sempurna. “Summa dalam bahasa akademis itu kan artinya sempurna, seperti summa cumlaude. Jadi, dengan awalan kami membuka ini, kami berharap inovasi masakan yang kami hadirkan ini menjadi cita rasa yang sempurna,” terang Adimas. (Ardhi Wahdan)

One thought on “Jamur Paduan Jawa-China Yang Memanjakan Lidah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s