Mengenal Prof dr Usman Chatib Warsa, SpMK, PhD

Minggu, 1 Februari 2009 | 00:38 WIB

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Rektor Universitas Indonesia tahun 2007, Prof dr Usman Chatib Warsa, SpMK, PhD (61) kembali ke tugasnya semula, yaitu sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran UI.

Dia juga meneruskan pekerjaan yang dimulai saat menjadi rektor UI, yaitu mendirikan rumah sakit pendidikan untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran UI. RS Cipto Mangunkusumo telah menjadi terlalu terspesialisasi untuk mahasiswa calon dokter dan di kampus Depok sudah tersedia tanah.

Di rumah sakit itu, mahasiswa akan diajar mengintegrasikan berbagai bidang ilmu untuk memecahkan masalah sehingga fasilitas rumah sakit dapat digunakan lebih efisien. Rumah sakit yang dananya dibantu Jepang itu diharapkan selesai bertahap mulai 2012.

Di luar itu, dia kembali ke dunia penelitian.

”Saya dari dunia mikro, sempat 10 tahun masuk dunia yang sedikit makro, sekarang masuk ke dunia mikro lagi,” kata ayah tiga anak dan kakek dua cucu ini, pekan lalu. Dunia mikro yang dia maksudkan adalah mikrobiologi yang menjadi subspesialisasinya.

Gelar doktornya dia dapat dari Kobe University dengan penelitian resistensi bakteri Staphilococcus aureus terhadap antibiotik metisilin dari golongan penisilin. Ketika memilih mendalami mikrobiologi, teman-temannya mempertanyakan karena bidang itu dianggap ”kering”.

Ayahnya yang analis di bidang biologilah yang memberi semangat memilih mikrobiologi. ”Pertimbangan Ayah karena tidak banyak yang mau masuk ke bidang itu,” kata Usman.

Pilihan itu tidak akan sia-sia karena perkembangan ilmu kedokteran seperti bioteknologi dan nanoteknologi kini ditentukan di tingkat sel.

Juga dalam hal resistensi bakteri terhadap antibiotik semakin hari semakin meningkat sehingga muncul bakteri yang 40 tahun lalu dapat diobati dengan penisilin biasa, kini memerlukan antibiotik yang lebih mahal dan menimbulkan kesakitan lebih lama pada penderita.

”Minggu lalu kami baru membicarakan bahwa dunia tengah digegerkan kematian yang lebih tinggi karena resistensi ini. Di AS, orang sangat takut pada kontaminasi bakteri Salmonella di selai kacang dan burger. Angka kematian akibat infeksi karena resistensi di sana lebih tinggi daripada karena AIDS,” papar Usman.

Karena perkembangan tersebut, perusahaan obat di Amerika enggan membuat antibiotik baru yang biayanya dapat memakan 800 miliar dollar AS, sementara umur obat dapat digunakan memendek karena resistensi oleh bakteri lebih cepat terjadi. Oleh karena itu, perusahaan obat lebih suka mengembangkan vaksin atau obat yang setiap hari pasti dikonsumsi, seperti penurun tekanan darah atau pengendali diabetes.

”Saya sekarang lebih membantu dosen muda mendapatkan fokus riset yang akan terus berkembang karena setiap hari kita makan obat. Akan terus berkejaran antara obat baru dan munculnya resistensi pada obat. Pendekatannya surveilens, mencari data epidemiologi untuk bisa melakukan pencegahan dan mencari data untuk pengobatan yang baru. Pengembangan ilmu dasarnya untuk mencari vaksin,” ujar Usman, menambahkan. (NMP)

Biodata

Nama: Prof dr Usman Chatib Warsa, SpMK, PhD
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 25 Juni 1947
Keluarga:
Istri: Etty Heryati
Anak: Irfan Samiadji ST March, dr Reza Rachmat, Lia Handayani SSos
Pendidikan:
Kobe University (S-3, 1997); spesialisasi mikrobiologi FKUI (1990); brevet mikrobiologi FKUI (1976); dokter dari FKUI (1972); SMA III Jakarta (1965).
Pekerjaan:
Pengajar di Fakultas Kedokteran UI dari 1972-sekarang.
Rektor UI (2002-2007), Pejabat Rektor UI (2001-2002), Wakil Rektor I (1998-2002), Pembantu Dekan I FKUI (1997-1998), KSFM Mikrobiologi RSCM (1996-1997), Kepala Bagian Mikrobiologi (1985-1994)

2 thoughts on “Mengenal Prof dr Usman Chatib Warsa, SpMK, PhD

  1. saya membaca cuplikan artikel mengenai profil singkat dari Prof Warsa. saya tertarik untuk mengenal lebih lanjut tentang beliau. saya sendiri masih sedikit ilmu saya tentang mikrobiologi khususnya mikro medis. mohon bantuan untuk dikirimkan alamat lengkap Prof Usman agar saya mudah melakukan kontak dengan beliau. terima kasih!

  2. Kalau boleh tahu, Prof. dr. Usman emailnya apa ya? Butuh untu diundang sebagai speaker di acara CIMSA – ISMAFARSI ttg resitensi antibiotik, terimakasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s