Disertasi Chanif Mahdi: Efek Formalin dan Yogurt terhadap Antioksidan

23 Desember 2008
Formaldehid, atau yang populer disebut formalin, adalah senyawa organik golongan aldehid atau alkanal yang paling sederhana. Keberadaannya dalam tubuh dapat berperan sebagai sumber senyawa reactive oxygen species (ROS) dan radikal bebas, yang bersifat merusak sel dan jaringan organ, termasuk hepar. Sedangkan yogurt dikenal sebagai produk fermentasi yang diharapkan mampu mencegah kerusakan jaringan hepar akibat paparan formaldehid. Oleh sebab itu, dipandang perlu kajian mendalam untuk efek paparan formaldehid dan suplementasi yogurt terhadap aktivitas antioksidan.
Demikian latar belakang penelitian disertasi Ir Chanif Mahdi MS dengan judul “Efek Paparan Formaldehid dan Suplementasi Yogurt terhadap Aktivitas Antioksidan Kerusakan Oksidatif, Profil dan Karakter Protein Jaringan Hepar Tikus (Rattus norvegicus)”. Ujian terbuka disertasi itu digelar Selasa (23/12) di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya. Bertindak selaku promotor adalah Prof Dr dr Sumarno DMM SpMK, Prof dr M A Widodo MS DSFK PhD, dan Dr drh Aulani’am DESS. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof Dr drh Fedik A Rantam, Prof Dr drh Wassito MSc, Dr drg Nur Permatasari MKes, dan Dr dr Karyono Mintaroem DSPA. Hadir menyaksikan acara tersebut tokoh politik Effendy Choirie, Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI, yang tidak lain keponakan Chanif.
Secara spesifik, tujuan dari penelitian Chanif adalah untuk mengetahui tingkat penurunan aktivitas antioksidan, menjelaskan tingkat perbaikan aktivitas antioksidan, serta mendapatkan protein spesifik yang bersifat antigenik untuk perangkat deteksi protein spesifik. Selama ini memang belum ada penelitian yang mengungkap peran dan mekanisme yogurt sebagai sumber antioksidan dan perannya dalam mencegah kontaminasi formaldehid sebagai radikal bebas dalam tubuh.
Tiga Tahap Penelitian
Penelitian disertasi Chanif ditempuh dalam tiga tahap. Tahap pertama merupakan penelitian percobaan yang bertujuan mengetahui efek paparan berbagai dosis formaldehid dalam makanan tikus, terhadap aktivitas enzimatis dan kerusakan oksidatif jaringan hepar tikus. Penelitian tahap kedua juga bersifat penelitian percobaan di laboratorium, namun tujuannya untuk mengetahui efek paparan formaldehid dan suplementasi yogurt terhadap aktivitas antioksidan, kerusakan oksidatif, serta profil protein jatingan hepar tikus. Sedangkan penelitian tahap 3 bertujuan untuk mengetahui sifat antigenisitas protein antigen yang muncul akibat paparan formaldehid serta sifat protein yang muncul akibat suplementasi yogurt.
Dari seluruh rangkaian penelitiannya, Chanif menyimpulkan bahwa paparan formaldehid dalam makanan tikus mampu menurunkan aktivitas superoksid dismutase (SOD), kadar glutathion tereduksi (GSH) dan menaikkan kadar malonyl aldehida (MDA). Dengan demikian, paparan formaldehid yang disuplementasi oleh yogurt mampu menurunkan aktivitas antioksidan walaupun ada kecenderungan meningkatkan kembali aktivitas antioksidan terutama pada dosis paparan formaldehid 25 ppm. Chanif menyarankan agar ke depan ada penelitian lebih lanjut tentang manfaat yogurt pada manusia akibat konsumsi makanan dan minuman yang mengandung formaldehid.
Cum laude
Berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, Chanif Mahdi dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan gelar doktor dalam bidang ilmu kedoteran dengan kekhususan biomedik. Predikat cum laude diperoleh Chanif setelah menyelesaikan studi S3-nya dalam tempo 2 tahun 3 bulan.
Dr Ir Chanif Mahdi MS (56 tahun) adalah lektor kepala pada Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB dengan pangkat pembina utama muda golongan IV/c. Pria kelahiran Tuban, 12 April 1952 ini, sarjana peternakan lulusan UB (1979), magister ilmu tanaman pakan ternak UGM (1993). Selain itu Chanif mendapat pendidikan tambahan antara lain Diploma Kimia dari Universitas Pertanian Wageningen, Belanda (1985), Organic and Environmental Chemistry Course oleh NUFFIC di UB, Malang (1986), Chemical Instrumentation Course di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia (1989), Pra-Pascasarjana Kimia di ITB, Bandung (1988), Biotechnology Course DAAD-UB di UB, Malang (1997), Workshop Oxidant-Antioxidant Measurement from Biological Sample, Malang (2007), dan Glycoprotein Analysis and Enzymtic Deglycosylation, Malang (2007).
Dalam beberapa tahun terakhir, Chanif mengadakan banyak penelitian. Dua di antaranya dibiayai proyek Penelitian Hibah Bersaing (PHB) XIII tahun 2006 dan PHB-XIV tahun 2007, sedangkan dua lainnya dibiayai secara mandiri. Sementara itu Chanif dalam tiga tahun terakhir aktif mengikuti seminar dan pertemuan ilmiah paling tidak sebanyak 6 kali, dan menulis 4 publikasi dalam jurnal ilmiah.
Chanif pernah menjabat sebagai Sekretaris Lab Sentral Kimia UB (1984-1985), Ketua Lab Sentral Kimia UB (1985-1987), Pembantu Dekan II FMIPA UB (1987-1988, 1997-2004)), Sekretaris Jurusan Kimia FMIPA UB (1993-1995), Anggota Senat UB (1999-2004), Sekretaris Unit Kopri UB (2006-sekarang), dan pernah pula menjadi Dekan pada Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (1981-1995). Dari pernikahannya dengan Siti Chunaiyah, Dr Chanif Mahdi dikaruniai dua orang putri. [fjr]

One thought on “Disertasi Chanif Mahdi: Efek Formalin dan Yogurt terhadap Antioksidan

  1. yth pak chanif, sy tertarik membaca disertasi bpk di situs ini, kalau boleh sy minta saran dr bpk, kira kira pengembangan penelitian yg bgmn sebaiknya dilakukan dr yogurt dan formalin yg tlh bpk teliti, mudah mudahan bpk dpt membantu sy memberikan ide utk research disertasi yg akan sy lakukan nantinya, terimakasih sy ucapkan atas segala kebaikan dan bantuan dr bpk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s