Disertasi Eko Budi: Jamur Endofit Agens Pengendalian Hayati

Layu fusarium pada pisang yang disebabkan oleh jamur F oxysporum f.sp cubense ditemukan pertama kali pada tahun 1874 di Australia oleh Bancroft. Hampir semua pisang rentan terhadap penyakit ini sehingga telah menyebar hampir ke seluruh pertanaman pisang di Indonesia dan menurunkan hasil sampai 63,33%. Selama ini, cara pengendalian yang dilakukan petani adalah melalui eradikasi dengan membongkar tanaman sakit atau menyuntik dengan Glyfosate dan membiarkan tanaman tersebut kering dan membusuk. Pengendalian secara preventif antara lain dengan pemilihan lahan dengan pH tanah > 6,8 serta pemberian bahan organik yang dapat mengoptimalkan peranan mikroba antagonis. Salah satu cara pengendalian yang mempunyai prospek lebih baik dan ramah lingkungan serta belum banyak dikembangkan adalah pengendalian hayati dengan menggunakan mikroba endofit khususnya jamur.
Demikian Eko Budi Widayanto dalam disertasi berjudul “Pemanfaatan Jamur Endofit Sebagai Agens Pengendalian Hayati Fusarium oxysporum f.sp. cubense, Penyebab Layu Fusarium pada Pisang”. Ujian disertasi itu digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Selasa (12/8), dengan promotor Prof Dr Ir Siti Rasminah Ch Syamsidi, serta ko-promotor Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD dan Ir Widodo PhD.
Dalam penelitian disertasi, ia menduga Jamur endofit dapat meningkatkan ketahanan tanaman pisang terhadap infeksi patogen. Jamur tersebut, menurutnya mempunyai potensi yang lebih baik untuk menghambat infeksi F oxysporum f.sp. cubense daripada mikroba rhizosfer maupun filosfer, karena jamur endofit hidup dalam jaringan tanaman sehingga dapat berperan langsung menghambat perkembangan patogen dalam tanaman.
Penelitian disertasi ini dilakukan di Laboratorium Fitopatologi dan Rumah Kaca Jurusan HPT FPUB, dan di lahan milik petani di Desa Karang Widoro, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa semua kultivar pisang yang ditanam petani di Jawa Timur rentan terhadap F oxysporum f.sp. cubense, kecuali pisang klutuk, dengan intensitas penyakit antara 24.5%-49.5%. Dalam penelitian tersebut, ia memperoleh 64 isolat jamur endofit, yang 17 di antaranya bersifat antagonis dan 14 jenis lainnya mampu memicu pertumbuhan tanaman. Di antara 64 isolat jamur endofit yang diperoleh, ia menemukan isolat jamur endofit EMLg2 yang koloninya berwarna hitam, hifanya bersekat, tetapi tidak menghasilkan spora yang lebih efektif mengendalikan layu fusarium dengan intensitas penyakit sebesar 18.39% dan jamur EBW 13 (Aspergillus sp) sebesar 31,00%. selain itu, ia juga menemukan jamur fusarium nonpatogenik yang potensial dalam mengendalikan layu fusarium pada pisang.
Ir Eko Budi Widaryanto MS dalam yudisium dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama 6 tahun.
Dr Ir Eko Budi Widaryanto MS dilahirkan di Ponorogo, 45 tahun silam, sarjana ilmu hama dan penyakit tumbuhan lulusan FP-UB (1986), magister sains dalam bidang sama dari IPB (1993), dan saat ini dosen di Universitas Nusa Cendana, Kupang. [nok]

http://prasetya.brawijaya.ac.id/agu08.html#ekobudi

Tulisan terkait:

1. mycotoxin production by fusarium silahkan download di http://www.ziddu.com/download/2334164/bananafusarium.pdf.html

4 thoughts on “Disertasi Eko Budi: Jamur Endofit Agens Pengendalian Hayati

  1. aslm…..
    pak,saya seorang mahasisiwi. saya tertarik dengan masalah ini karena saya serimg mendengar keluhan petani soal penyakit pisang. kalau boleh saya tau,metodenya gimana pak???

  2. asslkm, saya pengin bertanya pak. kira-kira bapak eko punya data ngga tentang metode untuk analisis data penelitian agens antagonis kapang….. terhadap kapang… sebelumya saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s