Populasi Bakteri Rhizobium di Tanah pada beberapa Tanaman dari Pulau Buton, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara

Sri Purwaningsih

Bidang Mikrobiologi, Puslit Biologi-LIPI, Bogor, Jl. Juanda 18, Bogor 16123.
J. Tanah Trop., Vol. 14, No. 1, 2009: 65-70.

Pulau Buton merupakan salah satu pulau kecil yang termasuk dalam wilayah Sulawesi Tenggara, yang memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi, terutama keanekaragaman hewan, tumbuhan dan mikroba. Usaha penggalian sumber daya hayati tersebut belum banyak dilakukan, baik flora, fauna maupun mikrobanya. Untuk itu perlu dilakukan eksplorasi mengenai potensi biota, terutama yang berhubungan dengan kesuburan tanah, salah satunya adalah mikroba tanah (bakteri tanah).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui populasi bakteri Rhizobium , dan untuk mendapatkan isolat murni sebagai kultur murni (“Culture collection”) serta mengetahui sifat fisiologisnya, yang nantinya dapat dikembangkan sebagai sumber plasma nutfah mikroba penyubur tanah

Kesimpulan: jumlah bakteri Rhizobium, pada daerah perakaran tanaman lebih banyak dibandingkan dengan sampel yang tidak ada tanaman (tanpa tanaman). Jumlah bakteri Rhizobium berkisar antara 7 – 115 × 10^5 CFU g-1 tanah, dan jumlah tertinggi pada perakaran tanaman ubi jalar (Ipomea batatas). Didapatkan 40 isolat murni, 35 isolat termasuk dalam kelompok tumbuh cepat, dan 14 isolat lainnya termasuk dalam kelompok tumbuh lambat.

Optimization of Polyhydroxyalkanoates (PHA) Production from Liquid Bean Curd Waste by Alcaligenes latus Bacteria

Sri kumalaningsih, Nur Hidayat and Nur Aini

http://textroad.com/pdf/JAFT/J.%20Agric.%20Food.%20Tech.,%201%285%29%2063-67,%202011.pdf

Abstract

Study to obtain the optimum condition for the production of PHAs by Alcaligenes latus was carried using liquid bean curd waste as low cost carbon source. A Response surface method with two factors i.e. the initial sucrose concentration (15 g/L, 20 g/L, and 25 g/L) and time of incubation (48 hours, 60 hours, and 72 hours) was employed. The yield was taken after the inoculation A. latus on to the liquid bean curd waste. The results obtained from the study are computed with Design expert 7.1.3. The optimum condition found were the initial sucrose concentration of 25 gr/l and time of incubation of 60 hours 18 minute which producing 2.48 gr/l PHA and the dry cell concentration was 66.56%. The functional group of the PHA granule was identified as C=O by Fourier transforms infrared (FTIR).
Key words: Polyhydroxyalkanoates, liquid bean curd waste, Alcaligenes latus, carbon source, FTIR

Sepuluh Langkah membuat abstrak yang efektif

  1. Identifikasi tujuan utama dan kesimpulan
  2. Identifikasi frasa dengan kata kunci pada bagian metode
  3. Identifikasi hasil utama dari pembahasan atau bagian hasil
  4. Pasang informasi di atas ke dalam satu paragraf
  5. Nyatakan hipotesis atau metode yang digunakan dalam kalimat pertama
  6. Hilangkan informasi latar belakang, tinjauan pustaka, dan deskripsi rinci tentang metode
  7. Hapus kata-kata tambahan dan frase
  8. Revisi paragraf sehingga abstrak hanya menyampaikan informasi penting
  9. Periksa untuk mengetahui apakah memenuhi pedoman jurnal yang ditargetkan
  10. Berikan abstrak ke seorang rekan (lebih baik orang yang tidak terbiasa dengan pekerjaan anda) dan bertanya kepadanya apakah masuk akal

Menulis abstrak yang efektif akan meningkatkan kemungkinan naskah Anda diterima, mendorong orang untuk membacanya, dan meningkatkan dampaknya.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa naskah ditulis dengan buruk dengan penggunaan bahasa Inggris yang buruk, bahkan dengan ilmu pengetahuan yang baik, memiliki sedikit kesempatan untuk diterima dan diterbitkan.

Sumber:  http. //www.sfedit.net/newsletters.htm

Buletin Mikrobiologi Edisi Maret 2011

isi buletin edisi kali ini adalah:

1. Fermentasi jagung sebagai pangan fungsional

2. teknik isolasi jamur dari produk komersial

buletin dapat di download di:

http://permi.or.id atau di

http://www.ziddu.com/download/14508070/permi04032011.pdf.html

selamat membaca, kami menunggu artikel populer tentang mikrobiologi dari para pembaca blog ini untuk kami muat di buletin

salam

nur hidayat

jurnal mikrobiologi terakreditasi A

selamat………..

Yth Rekan-rekan PERMI dan para mikrobiologis Indonesia,

Jurnal Microbiology Indonesia (MI) terbitan resmi Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (PERMI) baru saja mendapatkan akreditasi lagi sebagai jurnal ilmiah terakreditasi A. Keputusan tersebut telah diterima Pengelola MI minggu 2 minggu lalu dari DIKTI.

Yang membanggakan ternyata MI juga merupakan salah satu dari 2 jurnal  terbaik di Indonesia (2 terakreditasi A, 26 akreditasi B dan 46 tidak terakreditasi). Silahkan baca berita di Kompas 13 Desember hal 12 atau uploadnya di www.permi.or.id

Kami menyampaikan terimkasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pengelola MI (ketua editor, dewan editor, managing editor, english editor,  dan bussines management dll), reviewer, pengurus pusat dan cabang PERMI, dan para penulis yang telah bekerja keras dan komitmen tinggi dalam mewujudkan MI menjadi jurnal bergengsi, sejak terbit hingga sekarang.

Semoga capaian ini dapat mendorong kita semua agar MI  menjadi jurnal international yang mempunyai citation index dan impact factor yang lebih tinggi.

Salam
Koesnandar
PP PERMI

Dissemination of Cronobacter spp. (Enterobacter sakazakii) in a Powdered Milk Protein Manufacturing Facility

Applied and Environmental Microbiology, October 2008, p. 5913-5917, Vol. 74, No. 19

N. Mullane, B. Healy, J. Meade, P. Whyte, P. G. Wall, and S. Fanning

The microbial contamination of air filters and possible links to contaminated product in a powdered milk protein-processing facility were investigated. Over a 10-month period, seven air filters, the environment, and powdered product were analyzed for the presence of Cronobacter spp. The effects of air filter installation, maintenance, and subsequent dissemination of Cronobacter were investigated. A total of 30 isolates were characterized by pulsed-field gel electrophoresis (PFGE). PFGE revealed the presence of three clonal populations distributed throughout the manufacturing site. This study highlights the need for proper installation of air filters to limit the dissemination of microorganisms into processing sites