Produksi Inokulum Tempe menggunakan Limbah Ubikayu

Oktober 12, 2009

Nur Hidayat, Wignyanto, dan Novena Aprin Noranita

Disajikan pada Seminar Nasional Hasil Penelitian Hayati di Universitas Brawijaya 10 Oktober 2009

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kultur murni yang tepat pada pembuatan tempe dan untuk mengatur tata letak fasilitas produksi.

Rancangan percobaan dilakukan dengan Rancangan acak Lengkap dengan faktor tunggal yaitu konsentrasi kultur murni. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan yaitu pemberian konsentrasi kultur murni 0,1%b/b, 0,3%b/b, 0,5%b/b, o,7%b/b dan 0,9%b/b.

Hasil yang terbaik adalah pemberian konsentrasi kultur murni 0,5% dengan rendemen 41,699%, kadar air 6,573%, bakteri kontaminan 41,748%, jumlah koloni inokulum awal 8,02×107cfu/g (7,902 log cfu/g) dengan persentase koloni yang hidup setelah 1 bulan 89,52% dan jumlah kapang pada inokulum yang dicampur tepung beras sebesar 3,04×107cfu/g (6,893 log cfu/g) dengan persentase kapang hidup setelah 1 bulan 90,92%.

Kata kunci : Inokulum, R.oligosporus, ubi kayu

Makalah pada Seminat Nasional Stemcell dan Hasil penelitian Hayati di Universitas Brawijaya 10 Oktober 2009


Khabar dari Padang

Oktober 9, 2009

Alhamdulillah, saya dan keluarga dalam keadaan sehat walafiat walaupun trauma atas bencana gempa tetap masih menghantui apalagi ada yang memprediksi kalau bakal ada yang lebih besar lagi yang akan datang walahualam bissawab tetapi walau bagaimanapun kami tetap bersyukur karena tidak diikuti Tsunami. Jika Tsunami juga terjadi saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi mungkin saya walaupun selamat dari gempa belum tentu lepas dari Tsunami. Kerusakan secara umum untuk kota padang terbilang parah karena pada umumnya gedung-gedung pemerintah banyak yang ambruk dan kalau masih berdiri diragukan kelaikan pakainya sedangkan bangunan pada pusat-pusat perbelanjaan pada rontok semua tambahan lagi hampir semua hotel tidak luput dari kerusakan seperti yang ditayangkan di TV. Untuk kampus Unand terdapat kerusakan pada setiap bagunan diseluruh fakultas, kerusakan yang terparah ada pada Politeknik dan Fakultas Teknik. Pengecekan lebih lanjut kelaikan bangunan yang ada sedang dilakukan dan diperkirakan kuliah dimulai tanggal 12 Oktober mendatang. Sampai saat ini listrik belum ada dan pasukan air bersihpun masih terputus. Saya belum bisa melaporkan berpa orang dari anggota Permi_Sumbar yang mendapat musibah karfena komunikasi masih belum lancar. Berita ini saya kirimkan dengan menggunakan sisa-sisa baterai laptop dan telkomflash yang sinyal-nya antara ada dan tiada.

Wassalam,
Agustian