Ketua Permi Cabang Malang dilantik sebagai Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Bidang Penelitian

November 25, 2008

Rektor pada Pelantikan Pejabat UB: Perlu Perubahan Budaya Kerja
24 November 2008
Perubahan budaya kerja dari budaya kerja pegawai negeri menuju profesionalisme, menuntut kerja keras kita semua. Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menegaskan ini, Senin (24/11), dalam upacara pelantikan sejumlah pimpinan fakultas, lembaga, unit pelayanan, dan pejabat eselon di lingkungan Universitas Brawijaya.
Upacara pelantikan diselenggarakan di Sasana Samanta Krida UB, mulai pukul 10.00 WIB. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan pembacaan surat-surat keputusan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah para pejabat yang dilantik dan penandatanganan naskah sumpah jabatan, serta pelantikan oleh Rektor. Dalam upacara itu juga dilakukan serah terima jabatan, antara pejabat lama dengan pejabat baru.
Bertaraf internasional
Rektor mengingatkan kembali, saat ini UB sedang memasuki masa-masa yang sangat menentukan dalam perjalanan menuju universitas yang otonom dan bertaraf internasional. Untuk itu diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama unsur pimpinan. “Perubahan besar harus segera kita lakukan, bila tidak mau tertinggal oleh perguruan tinggi lain”, tegas Rektor. Perubahan itu tidak hanya menyangkut organisasi dan manajemen dalam masa transisi menuju status BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara) serta berbagai aspek perubahan lain di bidang akademik, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, maupun bidang pengelolaan aset. Tapi yang lebih penting adalah perubahan budaya kerja, dari budaya pegawai negeri menuju profesionalisme. Ditambahkan, saat ini UB sedang mengajukan perubahan status menjadi BLU (badan layanan umum), suatu status yang otonom di bidang keuangan, sebagai perantara sebelum otonom penuh.
Tiga pilar
Perubahan yang diharapkan, menurut Rektor, tetap mengacu pada tiga pilar program Depdiknas, yaitu: pemerataan dan perluasan akses; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; serta penguatan tatakelola, akuntabilitas dan citra publik. Sesuai dengan Restra Depdiknas, target Dikti sampai tahun 2009 yang harus direalisasikan perguruan tinggi adalah: persiapan menuju world class university dengan mempersiapkan beberapa jurusan yang berstandar internasional, UB memulai dengan membuka kelas berbahasa Inggris di semua fakultas; memperoleh sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2000, yang dalam waktu dekat akan diperoleh UB; realisasi sistem penggajian berdasarkan kinerja (PP 9 tahun 2007), yang dengan status BLU akan terlaksana lebih cepat; inventarisasi dan pengelolaan barang/aset milik negara (BMN) secara transparan dan akuntabel; jumlah dosen berkualifikasi S2 dan S3 lebih dari 85%, S3 di atas 50%, dan gurubesar di atas 10%, saat ini banyak dosen UB yang sedang studi lanjut; jumlah program studi terakreditasi A lebih dari 50%; kelulusan tepat waktu lebih dari 80%; peningkatan kualifikasi dosen dan pegawai administrasi yang sesuai dengan kompetensinya, di UB berjalan secara linier; pengembangan vitalisasi internal audit, UB telah membentuk Satuan Pengendalian Internal (SPI); dan pengembangan soft skill bagi mahasiswa untuk menunjang entrepreneurship education, sesuai arah pengembangan UB menuju entrepreneurial university.
Pejabat baru
Pejabat fakultas yang dilantik, antara lain: Dr Ing Setyawan Purnomo Sakti MSc sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Matematika dan Ilmi Pengetahun Alam (FMIPA) menggantikan Drs Unggul P Juswono MSc, Farid Rachman SSi MSi sebagai Pembantu Dekan II FMIPA menggantikan Drs Nur Hidayat MS, Dr Agung Pramana WS MS sebagai Pembantu Dekan III FMIPA menggantikan Drs Warsito MS, Dr Suryadi MSi sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial, Dr dr Noorhamdani AS SpMK sebagai Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Bidang Penelitian, Prof Dr Agus Suryono SU sebagai Wakil Ketua LPPM Bidang Pengabdian Masyarakat. Rektor juga melantik pimpinan unit pelayanan, Dr Ir Agus Tjahjono MS sebagai Ketua Inkubator Bisnis dan Dr Ir Ni Wayan Suryawardani MS sebagai Ketua Unit Pelayanan Teknologi Informasi Komunikasi. Selain itu juga dilantik beberapa ketua jurusan di FMIPA dan FIS.


Identifikasi Jamur

November 24, 2008

Identifikasi genus jamur dalam Grup I

1. Spores 1-celled ………………………………………………….……. 2
1. Spores with more than one cell ……………………………………….. 12
2. Colonies, spores, and other tissues colourless or brightly coloured ……. 3
2 Colonies, spores, and/or other tissues dark coloured ………………….. 8
3. Spores produced in chains ………………………………………….…. 4
3 Spores not produced in chains ……………………………………..…. 6
4. Conidiophores with a swollen head or vesicle bearing bottle-shaped phialides Aspergillus
4. Conidiophores not swollen at apex …………………………………… 5
8. Spores in chains, produced externally ……………………………….. 9
8. Spores not in chains, produced inside sporangia or fruiting bodies (pycnidia) 10
9. Conidiophores with a swollen head or vesicle bearing bottle-shaped phialides; conidial chains unbranched  Aspergillus
9. Conidiophores lacking a swollen apex; spore chains often branched; spores often both 1- and 2-celled  Cladosporium

Identifikasi Aspergillus
A Diameter koloni kurang dari 30 mm setelah satu minggu pda Czapek Agar pada suhu 250C ……….. A. Aspergillus versicolor
Dimeter koloni lebih besar dari 30 mm setelah satu minggu pda Czapek Agar pada suhu 250C ……….. B
B Kepala konidia hitam ……………………………………. Aspergillus niger
B Kepala konidia tidak hitam ……………………………. C
C Kepala kondia putih …………………………………….. Aspergillus cabdidus
C Kepala kondia tidak putih ……………………………… D
D Kepala kondia hijau ……………………………………… E
D Kepala kondia coklat ………………………………………. J
E Kepala kondia berwarna hijau keabu-abuan, koloni merah atau kuning dengan hifa berpigmen ………… Aspergillus glaucus
E Koloni dan konidia hanya dalam bayangan yang berwarna hijau saja …………………………………… F
F Kepala konidia berbentuk radiate atau terpecah dalam koloni pada usia lanjut ………………………… G
F Kepala konidia berbentuk kolom/potongan kayu …. I
G Vesikula berbetuk gada yang memanjang …………….. Aspergillus clavatus
G Vesikula berbentuk bulat ………………………………… H
H Metula dan fialid dijumpai pada kebanyakan konidiofor …………………………………………….. Aspergillus flavus
H Hanya fialid saja yang ada pada konidiofora ………. Aspergillus parasiticus
I Dijumpai adanya metula dan fialid …………………. Aspergillus nodulans
I Hanya ada fialid saja …………………………………….. Aspergillus fumigatus
J Kepala konidia berwarna seperti jerami………….. Aspergillusachraceus
J Kepala konidia berwarna coklat tua K
K Kepala konidia radiate atau pecah dalam kolom/potongan kayu terbawa umur ………………… Aspergillus wentii
K Kepala konidia membentuk potongan kayu Aspergillus tereus


Berita Duka dari Universitas Negeri Malang

November 21, 2008

Innalilahi wa inna ilaihi Rojiun

Telah bepulang ke rahmatullah ibu Prapto Utami ibunda dari Bu Utami Dosen UM pada hari Kamis 20 November 2009 jam 22.00 di RSIA Syaiful Anwar.

Jenazah akan dimakamkan pada hari Jum’at.

Alamat duka: Jl. Galunggung 6 Malang

Semoga amal ibdah beliau di terima Allah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkannya di beri ketabagan dan iman yang terus meningkat. amiin.


Disertasi Sri Murwani: Peran Adhesin pada Outer Membrane Protein

November 19, 2008

18 November 2008
Sejak dahulu Chlamydia pneumoniae (C. pneumoniae), bakteri obligat intraseluler dan merupakan patogen pada saluran pernafasan manusia, dihubungkan dengan patogenesis aterosklerosis dan manifestasi klinisnya. Lipoposakarida C pneumoniae dapat menginduksi diferensiasi monosit menjadi makrofag, menyebabkan terbentuknya sel busa makrofag secara in vitro apabila dipapar dengan low density lipoprotein (LDL). C pneumoniae melalui beberapa proteinnya mampu menginduksi ekspresi MMP-9 makrofag, maka deteksi protein adhesin dan uji kemampuannya dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan MMP-9.
Hal itu dikemukakan Drh Sri Murwani MP dalam disertasi berjudul �Peran Adhesin pada Outer Membrane Protein (OMP) Chlamydia pneumoniae dalam Degradasi Kolagen Tipe-IV melalui Aktivasi Makrofag dan Peningkatan MMP-9�. Ujian terbuka disertasi ini digelar di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB), Selasa (18/11). Komisi pembimbing terdiri dari Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpPD (K) FIHA FACC (promotor), Prof Dr dr Handono Kalim SpPD (KR) (kopromotor I), Prof Dr dr Mulyohadi Ali (kopromotor II), Dr dr Ketut Muliartha SpPA (kopromotor III), dan Prof Dr dr Sumarno DMM SpM (kopromotor IV)K. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KEMD (K) dan Dr drh Aulani�am DES.
Sri Muwarni menyatakan, penelitiannya bertujuan untuk menguji peran adhesin OMP C pneumoniae dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan MMP-9 in vitro. Penelitian yang dilaksanakan adalah hasil dari 3 tahapan penelitian sebelumnya. Penelitian tahap pertama berjudul �Deteksi Adhesin pada OMP C pneumoniae terhadap sel endotelial manusia, bertujuan mendeteksi adanya bahaya adhesin pada OMP C pneumoniae. Penelitian ini bersifat observasional laboratorik dan hasilnya dianalisis secara deskriptif. Penelitian tahap kedua berjudul �Kemampuan adhesin OMP C pneumoniae dalam mengaktivasi makrofag�, bertujuan menguji kemampuan adhesin OMP C pneumoniae (hasil penelitian tahap pertama) dalam mengaktivasi makrofag. Keberhasilan aktivasi diukur berdasar kemampuan protein dalam menghambat apoptosis makrofag, kemampuan makrofag dalam memfagositosis. Dari penelitian eksperimental laboratorik ini Sri Murwani mengambil hipotesis bahwa adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mampu mengaktivasi makrofag.
Sedangkan penelitian tahap ketiga yang berjudul �Kemampuan MMP-9 Makrofag yang Dipapar Adhesin OMP C pneumoniae dalam Mendegradasi Kolagen Tipe-IV�, bertujuan mendeteksi kemampuan MMP-9 (hasil penelitian tahap kedua) dalam mendegradasi kolagen tipe-IV. Seperti penelitian tahap pertama, penelitian tahap ketiga ini juga bersifat observasional laboratorik.
Dari 3 tahap penelitian itu diperoleh hasil, pada OMP C pneumoniae ditemukan adhesin dengan berat molekul 61 kDa yang mampu mengaktivasi makrofag dan peningkatan MMP-9. Sementara itu MMP-9 yang diproduksi makrofag mampu mendegradasi kolagen tipe-IV. Dapat disimpulkan, adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mempunyai peran dalam degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan peningkatan MMP-9. Dapat disimpulkan pula, adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mempunyai peran dalam menginduksi rupturnya plak aterosklerotik.
Melihat pentingnya adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae dalam memfasilitasi perlekatan C penumoniae pada sel endotelial manusia, dan perannya dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag, maka pembuatan antibodi monoklonal tersebut akan sangat bermanfaat. Antibodi monoklonal menjadi sangat penting, karena dapat menghambat perlekatan C pneumoniae pada sel endotelial, sehingga C pneumoniae tidak mampu mengiinfeksi sel. Di samping itu juga dapat menghambat aktivasi makrofag, sehingga dapat mencegah degradasi kolagen tipe-IV dan terjadinya ruptur plak aterosklerotik.
Sri Murwani berharap penelitiannya dapat bermanfaat sebagai dasar pengembangan penelitian C pneumoniae, pengembangan ilmu pengetahuan tentang hubungan penyakit infeksi dengan rupturnya plak aterosklerotik, dan sebagai prediktor dini individu terinfeksi C pneumoniae yang menderita UAP dan IMA.
Setelah mempertahankan disertasinya, ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran dengan kekhususan biomedik, dengan IPK 3,88, dan predikat sangat memuaskan.
Dr Drh Sri Murwani MP, perempuan kelahiran Surakarta, 1 Januari 1964. Saat ini, dokter hewan (1987) dan magister bidang sains veteriner dengan kekhususan Biopatologi (1995) lulusan Universitas Gadjah Mada ini adalah staf pengajar Program Kedokteran Hewan UB (2008), di samping staf pengajar di Laboratorium Mikrobiologi FK UB (sejak 1997) dan staf di Laboratorium Sentral Biomedik FKUB (sejak 1997). Sebelumnya, Sri Murwani adalah staf pengajar pada Laboratorium Mikrobiologi FKH UGM (1988-1997). Bersuamikan Drh I Putu Atinia, Sri Murwani dikaruniai dua orang putri. [fjr]