Sumber: http://www.unisma.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=52&Itemid=23
Menurunnya produksi tanaman jamur cukup menarik perhatian Dekan Fakultas Pertanian Unisma Dr Ir Agus Sugianto MP. Melalui risetnya, Agus menemukan formula ASG+ ( air sisa gula ) yang bisa memperbaiki produksi jamur hingga 750 gram per lock.
Padahal, berdasarkan pengalaman yang dialami para petani jamur, rata-rata hasil panen hanya mencapai 400 gram per lock. “ Penemuan saya ini sudah dipraktikkan banyak petani jamur. Malah petani jamur binaan saya yang tersebar di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Malang juga sudah membuktikannya,” ungkap Agus.
Petani jamur yang menjadi binaannya seperti di wilayah Wagir dan Poncokusumo.
Bahkan ada petani luar Malang yang juga menjadi binaan dan telah merasakan manfaat penemuannya. “ Bahan ASG+ ini saya ambil dari sisa perasan tebu ditambah beberapa nutrisi lain.Tapi komposisi dan secara lebih jelasnya tentang ASG+ itu, maaf saya tidak bisa mempublikasikan. Bisa ditiru nanti,” elaknya.
Terlebih lagi, hasil penemuannya itu belum dipatenkan. Sehingga Agus pun berhati-hati untuk membuka resep pembuatannya, meski ASG+ tersebut dijual bebas.
Dijelaskan, cara kerja formula ini cairan ASG+ diinjeksikan pada awal sebelum inokulasi ( penularan jamur). Beberapa jenis jamur yang diberi ASG+ ini seperti jamur kuping, tiram, serta jenis shitake. “Saya belum membuat produksi dalam jumlah besar, rencana ke depan ada,” katanya.
Menurut Agus, belum dikomersialisasikan hasil temuannya ini karena bahan-bahan ASG+ tersebut cukup tinggi. Sehingga dia pun harus memikirkan cost produksinya sebelum dilepas ke pasar.
saya membutuhkan pembeli/pengepul jamur tiram khususnya di jogjakarta. Sebelumnya trimakasih atas infonya
Pak Agus kapan ya hasil temuannya dipublikqasikan?jangan pelit2 ntar g berkah ilmunya kalo cuma pake ASG saja bisa gak?
like this
pak agus tolong pak gimana cara menanam jamur
dan apa itu ASG TRIMS KHOLIL
pelit